Latest Post :
Loading...
Home » » Perekam dan pemutar Suara dengan ISD 2590

Perekam dan pemutar Suara dengan ISD 2590

Saturday, 3 March 2012 | 0 comments

ISD 2590 merupakan IC perekam dan pemutar ulang suara dengan durasi 90 detik produk dari Winbond. Untuk menghasilkan output suara, pada perancangan sistem ini digunakan IC ISD2590. ISD2590 merupakan IC yang dapat menghasilkan output suara berdasarkan input masukan yang sudah direkam kedalam memori IC tersebut. ISD25xx merupakan jenis IC penyimpan suara, sedangkan xx merupakan kode lamanya durasi penyimpanan. Durasi penyimpanan atau lamanya kata yang dapat disimpan oleh ISD 2590 adalah 90 detik. IC 2590 dioperasikan dalam address bit artinya setiap kata yang direkam mempunyai address sendiri.  Alat ini hanya berupa keping tunggal IC ,namun didalamnya sudah memuat berbagai perangkat tambahan yang dapat membantu dalam operasi perekaman dan pemutar ulang suara. Alat tambahan itu berupa oscillator, penguat microphone, Automatic Gain Control (AGC), filter suara, dan penguat untuk speaker, sehingga tidak memerlukan penguat tambahan untuk speaker lagi. Kelebihan lain dari alat ini adalah mampu dikoneksikan dengan perangkat microprossesor dan microcontroller. ISD 2590 mempunyai memori khusus untuk menyimpan hasil rekaman suara. Diagram koneksi pin dan diagram blok dari ISD 2500 ditunjukkan pada gambar berikut ini :


 Gambar Diagram Blok dan Koneksi Pin ISD2590

Fungsi dari masing-masing pin adalah sebagai berikut:

1. Input microphone (Mic)
Pin ini akan menerima sinyal input masukan yang berasal dari microphone. Sinyal yang diterima akan dikuatkan oleh penguat (preamplifier) yang sudah ada dalam IC tersebut. Pada bagian Automatic GainControl (AGC)  akan diatur sehingga penguatan yang keluar setelah preamplifier adalah –15db sampai 24 db.

2. Referensi input microphone (Mic Ref)
Dengan menghubungkan pin ini ke VSSA (analog ground) secara seri dengan kapasitor, maka noise yang ada pada sinyal input dapat ditolak atau dibuang oleh preamplifier.

3. Output analog (Ana Out)
Keuntungan dari pin ini adalah memberikan output preamplifier pada pemakai. Penguatan tegangan pada preamplifier ini ditentukan oleh level tegangan pada pin AGC.

4. Input analog (Ana In)
Pin ini menerima sinyal input masukan yang akan direkam. Pada pemakaian input microphone, pin output analog harus dihubungkan dengan pin input analog melalui sebuah kapasitor tambahan.

5. Automatic Gain Control (AGC)
Bagian ini mengatur kestabilan penguatan yang dilakukan oleh preamplifier.

6. Speaker output
Perbedaan semua alat ISD seri 2500 dengan yang lainnya yaitu adanya driver speaker yang terdiri dari penguat audio output. keluaran dari pin ini dapat langsung dihubungkan dengan speaker 16  dengan daya 50 mWatt.

7. Power Down Input (PD)
Saat tidak digunakan untuk merekam atau memutar ulang, maka PD akan berlogika high, keadaan ini digunakan untuk menghasilkan mode daya yang sangat kecil karena tidak digunakan. Saat pulsa menjadi low untuk menghasilkan kondisi overflow, maka Pd yang berlogika high akan melakukan proses reset pada alamat memori sehingga menunjuk pada alamat awal. Pin PD digunakan pada pilihan mode operasi M6 (push-botton).

8.    Chip Enable Input (CEI)
Untuk menghasilkan kondisi aktif (enable) maka pin ini harus diberikaan kondisi low sehingga proses perekaman dan memutar ulang suara dapat dilakukan.

9. Playback/Record Input (P/ )
Pin ini digunakan untuk mengunci (latch) keadaan atau mode yang sedang dipilih. Untuk melakukan mode putar ulang suara, maka pin ini diberikan logika high. Sedangkan untuk proses perekaman, maka yang diberikan pada pin ini adalah logika low.

10. End Of Message (EM)
Pin ini memberi tanda saat proses perekaman selesai dilakukan. Output   akan mengeluarkan pulsa low untuk TEOM pada akhir proses output. Saat pin ini mengeluarkan logika low maka berarti proses perekaman selesai dilakukan. Pada pilihan penerapannya, biasanya pin ini terhubung dengan kondisi low dan digunakan pada mode Pemutar ulang suara saja.

11. Oveflow Output (OO)
Pulsa low  dikeluarkan jika memori sudah sampai pada akhir ruang terakhir yang ada pada memori, dan itu menandakan bahwa memori yang tersedia sudah habis. Output   akan mengikuti input Pin   sampai pulsa PD mereset alat tersebut. Pin ini dapat digunakan secara bersama dengan beberapa seri ISD 2500 yang lainnya untuk menambah durasi waktu perekaman atau pemutar ulang sesuai waktu yang diinginkan.

12. Tegangan Input (VCCA,VCCD)
Pin ini untuk memberikan tegangan masukan pada IC sehingga dapat bekerja. Batas tegangan masukan yang dapat diberikan pada IC ini adalah 4,5  sampai 6,5 volt.

13. Ground input (VSSA,VSSD)
        Pin ini digunakan untuk input ground.

Timing diagram pada proses perekaman dan pemutar ulang suara ditunjukkan pada gambar berikut ini.
 a. Proses Rekam (Record)

b. Proses Putar Ulang Suara (Playback)

Gambar Timing Diagram Proses Playback dan Record



Sumber : Logika Delger
Share this article :

No comments:

 
Support : Creating Website | D'ELGER Template | FadeL
Copyright © 2013. LOGIKA D'ELGER - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger