Latest Post :
Loading...
Home » » mengoptimalkan kinerja karburator fu 150

mengoptimalkan kinerja karburator fu 150

Saturday, 16 July 2011 | 0 comments

Yup, Jantung si epyu... apalagi kalo bukan carburator... 
MIKUNI BS 26... dipercaya industri pabrikan jepang berlabel suzuki ini sebagai jantung satria Fu di indonesia... namun untuk merawatnya, di perlukan trik trik khusus dan tidak sembarangan.... 

karburator vakum atau biasa disebut CV (constant velocity ) pada dasarnya memiliki mekanisme kerja yang berbeda dengan karburator model konvensional atau bisa disebut ( venturi meter / VM ).. Bukaan skep karburator model CV diatur berdasarkan kavakuman di ruang bakar atau tekanan udara antara inlet dan manifold, bukan oleh tarikan kabel gas seperti pada karburator tipe VM. Besar kecilnya perbedaan tekanan udara diatur oleh skep kupu-kupu yang berhubungan dengan kabel gas. Jadi pergerakan kabel gas tidak langsung membuka skep karburator, tetapi membuka skep kupu-kupu lebih dahulu baru kemudian membuka skep utama. Pada teknologi karburator CV, buka-tutup kabel gas hanya sebagai pemancing saja. Sementara membran karet karburator CV menjadi alat pengatur otomatis permintaan bahan bakar.

Naik turun jarum skep pada karburator CV ditentukan oleh kevakuman di ruang bakar. Saat putaran mesin masih rendah dan tingkat kevakuman rendah, skep hanya membuka dengan lubang yang kecil. Begitu putaran mesin naik dan tingkat kevakuman meningkat, skep akan membuka lebar-lebar untuk mengalirkan bahan bakar. Permintaan bahar bakar pun akan sesuai dengan keperluan mesin, sehingga konsumsinya jauh lebih hemat dibandingkan karburator konvensional.

Dibalik kecanggihan teknologinya, karburator CV juga memiliki kelemahan, yaitu lambat pada akselerasi awal. Penyebabnya saat putaran mesin rendah, skep akan membuka rendah pula. Otomotis bahan bakar yang masuk ke ruang bakar tidak begitu banyak sehingga tenaga yang dikeluarkan tidak besar.

Walaupun gas dipelintir dalam-dalam, skep karburator tidak akan membuka secara spontan mengikuti putaran grip gas. Yang terjadi adalah udara dipaksa masuk sebanyak-banyaknya ke dalam ruang bakar, sedangkan debit bahan bakar sedikit. Hasilnya pembakaran pun tidak optimal dan tenaga seperti kosong sesaat. Tenaga baru akan mengisi kembali pada durasi waktu sekira 1 detik.

Nah.... untuk mengoptimalkan kinerja karburator vakum kita, hendaknya senantiasa kita mengecek piranti-piranti yang ada pada karburator kita, piranti yang perlu perlakuan khusus ialah karet vakum... , karena bila karet vakum kita robek / berlubang... naik turunnya skep menjadi tidak stabil dan alhasil... RPM qt menjadi ngaco... bensin pun menjadi lebih boros....

Dan satu lagi, piranti ini tidak boleh terkena bensin... karena bisa melar n kinerja tidak optimal...



Bila Karet Vakum sudah tidak bekerja dengan optimal lagi, langsung belikan dengan yang baru...
Harga Rp.18.500,- (SGP_indonesia)


=>>> 
ini  ni gambar yang membedakan diafragma melar dan diafragma dalam
kondisi bagus...
membedakan diafragma melar dan diafragma dalam
kondisi bagus...



dalam kondisi melar


masih melar


dalam kondisi bagus 
Nah... dari sini kita bisa ngelihat.. n bisa mengoptimalkan kinerja karburator fu kita...


Sumber : LOGIKA
Share this article :

No comments:

 
Support : Creating Website | D'ELGER Template | FadeL
Copyright © 2013. LOGIKA D'ELGER - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger